Friday, 15 June 2012

#63 Kau Ini Bagaimana? - Gus Mus

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana?

Kau ini bagaimana?
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya.
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir, kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana?
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak, kau curigai.
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja, kau waspadai.
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip, kau tuduh aku kaku.
Kau suruh aku toleran, aku toleran, kau bilang aku plin-plan
Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh maju, aku mau maju, kau serimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja, kau ganggu aku.
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain
Kau ini bagaimana?
Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh membangun, aku membangun, kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, aku menabung, kau menghabiskannya
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah, kau meratakannya dengan tanah
Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap “wallahua’lam bisshawab”
Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku jujur, aku jujur, kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar, kau injak tengkukku
Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih, kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
Kau ini bagaimana?
Kau bilang bicaralah, aku bicara, kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam, kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana?
Kau bilang kritiklah, aku kritik, kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif, kau bilang jangan mendikte saja
Kau ini bagaimana?
Aku bilang terserah kau
Kau tidak mau
Aku bilang terserah kita
Kau tak suka
Aku bilang terserah aku
Kau memakiku
Kau ini bagaimana?

Atau…
Aku harus bagaimana…?

Gus Mus - 1987

Saya pernah musikalisasi puisi ini beberapa kali. Saya rindu masa-masa itu. Berkumpul bersama kawan-kawan di kampus, berlama-lama saling bicara dan canda. Berkegiatan tidak jauh dari kesenian dan kekeluargaan. Mengenal satu-sama lain.

Ada kala saya tidak genah dengan keadaan sekitar saya, berkumpul tanpa tema yang jelas selain hahahihi belaka. Tapi, saya berusaha tetap bersama udara yang ada, tidak baik juga rasanya menghilangkan diri dari ruang dimana kita ada di dalamnya. Serta-merta saya kompromi dengan diri sendiri agar tidak terlalu kaku & serius menghadapi keseharian.



Seperti juga puisi Gus Mus di atas. Saya menyukainya karena banyak pertanyaaan yang harus muncul dan sebetulnya banyak juga jawaban yang akan lahir perihal keadaan diri dan sekitar. Harus selalu ada diskusi, sekedar di atas permukaan ataupun penyelaman ke dalam.

1 comments:

Unknown said...

permisi kakak , kalau boleh tau pas musikalisasi puisi gus muh ini , kakak menyanyikan lagu apa? :) terimakasih

Post a Comment

 
 
Copyright © mixkir
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com