Tuesday, 29 May 2012

#60 BURN!

Saya terbakaaar. Uwaaaah panas, panas, ciat, ciat, ciat, aw, aw, aduh, aduh, jeger, jeger, duar, duar, duar, bledar, bledar, bledar!

Ada dua kabar baik dan penting menurut saya hari ini. Sangat baik dan penting dari kabar-kabar baik yang ada di hari ini.

Pagi tadi saya berniat untuk memanjakan si capung merah, motor saya. Tapi, keburu males karena satu dan lain hal ajaib kuasa Sang Tak Terbatas. Bangun pagi-pagi sekali, ibadah, dan merapikan diri. Memang bukan hal yang istimewa, tapi masih tetap luar biasa jika suatu hari saya terbangun pagi-pagi sekali dan merasa begitu segar bergairah tanpa kantuk sedetikpun sementara malamnya saya tidur di waktu yang larut sekali. Peristiwa itu luar biasa bagi saya karena meskipun tidak sering, tapi ritmenya mendekati rutin. Adalah hadiah kejutan dari Sang Tak Terhingga, jika peristiwa itu saya alami maka kemungkinan besar akan terjadi hal yang tak terduga membahagiakan sama sekali di hari itu.

Ya, termasuklah hari ini.

Pertama:
Terasa ada kekuatan yang menarik saya dari Studio. Seketika jiwa raga saya bergerak menuju kesana, autopilot, menuju studio. Di perjalanan saya belum ngeuh, hanya berpikir seperti biasa merancang-rancang akan melakukan apa saja di studio nanti. Kinda make a to-do-list, I guess. Telah diputuskan: (1) Membuat stand angklung yang sudah renta dan menyedihkan itu *haha; (2) Bertanya kepada Gigin tentang bagaimana cara memfoto karya dengan baik; (3) Menyunting foto-foto pementasan di Pesantren Al-Muthohar, Plered, Purwakarta, bulan lalu; dan ini keputusan terakhir yang paling menegangkan, (4) Review lukisan dengan Mas Hanafi dan Bunda.

Segala yang terjadi di dunia hanya kuasa Sang Tak Terduga, kemampuan kerdil manusia hanya berusaha dan meniupkan do'a-do'a. Setibanya saya di studio, saya yang masih autopilot melangkah menuju art space. Dari balik sela-sela kaca art space di tentang gorden rumah mungil Mas Hanafi dan Bunda, sambil meletakkan kotak pandora (baca: tas) saya melihat beliau berdua sedang di ruang tengah. Lalu saya pergi menuju studio patung yang ada di seberang jalan depan studio, di belakang tempat bermukimnya Gigin dan garasi, mencari kayu untuk membuat stand angklung.

Singkatnya, stand angklung malah dibuatkan seorang kawan di studio (terima kasih banget lho, Onta Eca, haha). Let's go to the first main fire burn me: Review lukisan. Dari 100 coret-coret (baca: lukisan acrylic di atas kertas ukuran A3) saya, yang menjadi pilihan Mas Hanafi adalah 5 lembar! Bayangkan, betapa mengasyikkannya peristiwa itu!!! Upload foto 5 karya terpilih itu nanti, menyusul. :)

Saya terbakar.

Kedua:
Di sepertiga siang yang terik dan lengang, saya menerima pesan singkat dari seorang perempuan yang memang diharapkan baru-baru ini. (Hah? baru-baru ini? Baru kenal dong? Dan, baru juga ngobrol sebentar doang. Dia cuma nganggep lo biasa aja, den! Kejauhan lo mikirnya. Den... den... ck ck ck). Darn it! Am i dreaming? It's been so long i feel this silly nuance since i'm drowning a year ago. Iya sih, ngobrolnya baru-baru ini aja, tapi sebenernya dia orang lama, kenalan lama. (Lah, kenapa lo jadi curhat sentimental gitu? Terus kenapa baru ngobrol sekarang?) Yah, seperti inilah merasa kerontang. Dipeluk oleh perasaan diri sendiri yang sentimental secara mendadak, begitu cepat, dan begitu kuasa memang wajar terjadi saat sedang kering-keringnya. Bahaya! Dan, klasik, waktu yang ada terlalu sempit untuk melakukan hal yang terlalu banyak, mengenal orang-orang dan sekitarnya yang terlalu banyak juga. Ya! Waktu yang ada terlalu sempit untuk keinginan kita yang terlalu banyak. Pendeknya, baru-baru ini saya 'dipertemukan' dengan dia setelah lama saya berusaha meredam keinginan untuk mengenalnya. Ada rasa yang beda. Pesan singkat itu sangat biasa sebetulnya. Tapi, saya yakin siapapun pernah mengalaminya. Bercakap-cakap tentang hal yang sangat biasa dengan orang yang memang telah lama diharapkan. Kita dibuat tersenyum begitu saja. Kita dibuat mengharapkan kesabaran terbayar dan mukjizat datang. Kita dibuat berandai-andai dapat lebih dekat dengannya. Itu saja.

Sepertinya, memo ini jadi seperti pengakuan dosa kepada cupid. Haha. 

Memang, masih kuat ingatan dan harapan saya kepada K. Tapi, entahlah. Saya tidak ingin sepenuhnya mengharapkan, tidak ingin sepenuhnya melupakan, juga tidak ingin sepenuhnya menuntut hal yang sudah jauh di bentangan bintang. Kemampuan saya hanya berusaha, berdoa, dan terus berjalan tegas di antara hasrat dan sikap yang rasional saja.

Begitupun dengan perasaan yang baru muncul. First of all, I just looking someone, friend or random people, to make a fun, health, cool--an interesting ordinary crazy conversation. Mirip-mirip lagu Ordinary People-nya John Legend dalam hal percakapan lah. Kelanjutannya... Filsafat kuno: "mengalir saja." 

Juga mungkin hal ini masih berupa ungkapan yang hampir serupa seperti tadi, tapi kali ini ditujukan secara tidak langsung kepada dia: saya tidak ingin sepenuhnya mengharapkan (hah? mengharapkan? siapa elo, den!), juga tidak ingin sepenuhnya menuntut hal yang mungkin masih jauh di bentangan bintang (ini apa lagi deh, menuntut? Plis, u're out of ur mind, mate). Kembali lagi pada kemampuan saya yang hanya berusaha, berdoa, dan terus berjalan tegas di antara hasrat dan sikap yang rasional saja. We're just ordinary people. We don't know which way to go. Cause we're ordinary people. Maybe we (Lebih tepatnya I kayanya. She tuh ga mungkin ikut-ikutan. Hehe piss ah.) should take it slow...

Malah mungkin, peristiwa ini, dia terutama, sebatas angin sejuk yang hanya melalu tiap sejuta tahun sekali di musim kemarau panjang. Entahlah.

Jelasnya, kembali. Saya terbakar.
Pertama mengenai hasrat, passion berkesenian.
Kedua mengenai hasrat, mengisi kesunyian per........ perrrr.....perrrrrrr..... Percakapan! Ya! Masih mengenai percakapan. Masih mungkin mengenai percakapan pertemanan, persahabatan, persaudaraan, atau..... mungkin juga perr....perrrr....perrrrrr.......perrrrrrrr
Susah!
Perrrr...........perrrr.....perrrr.......perrrr........cin.............. >,<
Teruskan sendiri! hahaha :))

Sorry if it's too personal. :p

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © mixkir
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com