Lewat Kiara Condong
Lewat Kiara Condong kereta laju
Panorama di sana memaksaku tersenyum
Bocah-bocah tak berbaju
Berlari-lari di sepanjang tepi
Di setiap detak roda yang kelima
Bergerombol bocah-bocah
Bermain gundu, kuda pelepah
Mengejar layang lambaikan tangan
Bermain gundu, kuda pelepah
Mengejar layang lambaikan tangan
Ohh...
Bilakah mereka lambaikan buku
dan pena di tangan
Lewat kiara condong kereta laju
Seorang gadis telanjang dada
Basah rambutnya berkeramas
Sempat ku lihat tisik kainnya
Di balik bilik bambu
Reyot dan tak beratap
Lai...lai...lai...lai...lai...lai...lai...lai...
Lai...lai...lai...lai...lai...lai...lai...lai...
Ketika lewat Kiara Condong
Matahari tidur di balik gunung
Ketika lewat Kiara Condong
Tuan-tuan tidur di sejuk gunung
Malam-malam Kerinduan
beserta Salam Hormat
dan Cintaku kepada Ibu
di Desa Pelukis,
yang Petani
Ha....ha....ha...
Ha....ha....ha...ha...ha...ha...ha...ha...
Bungami
Bungami
Bungami... Aku melay...
Bunga-bunga mimpi
Bunga-bunga mimpi
Bunga-bunga mimpi aku melayang
Ke tanah seberang
Ke tanah seberang
Ke tanah seberang
Semangat padi nyanyian bunga
Bersatu dalam roh dupa
Dua hati satu jiwa tulus
Nafas demi nafas
Lahir....
Dalam nafas...
Ha....ha....ha...ha...ha...ha...ha...ha...
Ke tanah seberang
Ke tanah seberang
Ke tanah seberang
Nyanyian Pantai
Tepian pantai
Serakan lokan
Angin laut yang bertiup
Deburan ombak
Suara pekik bangau
Sinar surya memeluk hangat
Sinar surya pagi
Ku lihat camar-camar (camar-camar)
Ku lihat layang-layang (layangan)
Di batas cakrawala
Bersama mengalunkan
Simfoni.....
Hmmm.....
Kedamaian
Lai...lai...lai...lai...lai...lai...
Lai...lai...lai...lai...lai...lai...
Lai...lai...lai...lai...lai...lai...
Lai...lai...lai...lai...lai...lai...
0 comments:
Post a Comment