Aku di buritan kapal
Memandang jauh ke lautan
Menjauh dari tanah keramaian
Meninggalkan riak-riak gelisah
Sepasang musim lalu
Cinta itu memang masih ada
Bersama tawa yang menyelinap diam-diam ke angkasa
Bersama air mata yang sembunyi-sembunyi mengering ke hutan
Aku di buritan kapal
Masih dengan keyakinan bahwa esok juga mungkin kita terperangkap
Dalam jala-jala kerinduan
Terkekang oleh pagar-pagar kesetiaan
Maka ‘kan ku rapatkan hati ini
Dengan hembusan nafas yang dalam
‘kan ku eratkan candu ini
Dengan air laut yang tenang
Terbang-terbanglah, sayang
Ke angkasa asa dan sayang
Hinggap-hinggaplah, sayang
Ke ranting cinta dan keabadian

0 comments:
Post a Comment