Tuesday, 4 October 2011

#4 Naif Menutup Diri

Saat kebanyakan orang lalu lalang, kamu duduk dengan dagu tertopang di lutut. 
Tanganmu menjangkau sempurna di kaki. 
Pernyataanmu tanpa kata. 
Kamu tega membiarkan dirimu terlihat lucu. 
Menyepi di tengah keramaian? 
Ah, sungguh naïf menutup diri terhadap yang lain sementara kita berada dalam dunia yang punya banyak cara mengumumkan diri kita. 
Kamu seperti barang kuno dalam etalase yang memburam. 
Untuk apa? 
Ayo, ayo. Ikut tepuk tangan. 
Nanti ku beri tahu suatu rahasia tentang rumput. 
Mereka selalu pesta-pora merayakan bulan purnama…

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © mixkir
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com